BETA

Superkomputer

Memainkan sisa musim 2.000 kali dan menunjukkan seberapa sering tiap klub menang.

Memuat data…

Tentang Superkomputer sepak bola

Superkomputer ini memainkan sisa musim ribuan kali dan menghitung berapa kali setiap klub akhirnya menjadi juara. Alih-alih memprediksi satu hasil tunggal, ia membagikan peluang. Jika sebuah klub menjuarai liga di 1,400 dari 2,000 musim yang disimulasikan, peluang juaranya adalah 70%, dan itu memberi tahu jauh lebih banyak dibandingkan satu nama di kotak prediksi.

Model ini sama dengan yang dipakai media saat menulis bahwa superkomputer telah meramalkan klasemen akhir. Setiap klub diberi peringkat serangan dan pertahanan berdasarkan gol yang telah dicetak dan kebobolan musim ini, dan jumlah gol yang diharapkan (expected goals) dari setiap laga tersisa didapat dengan mengadu kekuatan serangan satu tim melawan pertahanan tim lain, ditambah keuntungan bermain di kandang. Setiap pertandingan lalu diselesaikan dengan distribusi Poisson, distribusi yang paling tepat menggambarkan bagaimana gol sesungguhnya tercipta dalam sepak bola.

Cara menggunakan Superkomputer

  1. 1Pilih liga: secara otomatis akan terbuka liga yang sudah menjalani paling banyak pekan pertandingan, karena di situlah model punya data paling banyak untuk diproses.
  2. 2Tekan jalankan dan tunggu hingga 2,000 musim selesai disimulasikan; bilah proses bergerak per kelompok kecil agar halaman tidak macet.
  3. 3Baca kolom juara dan degradasi sebagai persentase dari seluruh simulasi, bukan sebagai ramalan tunggal.
  4. 4Gunakan kolom rata-rata poin untuk melihat di posisi mana sebuah klub biasanya berakhir dalam skenario normal, bukan hanya skenario terbaik atau terburuknya.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa sebenarnya arti persentase juara itu?

Itu adalah proporsi simulasi di mana klub tersebut finis di posisi pertama. Angka 25% berarti klub itu juara dalam satu dari setiap empat musim yang disimulasikan, bukan berarti klub itu pasti memenangi liga.

Mengapa kadang semua klub punya peluang yang mirip?

Karena musim baru saja dimulai. Model ini hanya belajar dari gol yang dicetak dan kebobolan pada musim berjalan, jadi ketika pertandingan belum ada atau masih sangat sedikit, model tidak bisa membedakan antarklub dan membagi peluang hampir merata. Sebuah keterangan akan muncul di layar saat hal ini terjadi.

Mengapa kadang sebuah klub muncul dengan peluang di atas 99%?

Karena laga yang tersisa tinggal sedikit dan selisih poinnya lebih besar daripada total poin yang masih diperebutkan. Dalam kasus seperti ini, gelar juara sudah ditentukan oleh hitungan matematis semata, bukan oleh model.

Apa yang tidak diperhitungkan oleh model ini?

Cedera, sanksi, transfer pemain, pergantian pelatih, dampak kelelahan akibat kompetisi Eropa di tengah pekan, serta motivasi klub yang sudah aman dari degradasi. Model ini hanya melihat gol musim ini, dan justru karena itulah statusnya masih beta.

Mengapa angkanya sedikit berubah setiap kali saya menjalankannya lagi?

Karena setiap kali dijalankan, sistem mengundi ulang 2,000 musim yang baru secara acak. Perbedaannya hanya beberapa persepuluh persen: itu adalah margin kesalahan normal dari metode acak, dan margin ini makin kecil seiring makin banyak simulasi yang dijalankan.